Pasar Baru Kalomdol Jadi Pusat Perdagangan
Bupati Costan Oktema S.Ip (Dok: TP)
KALOMDOL, TRIBUN PAPUA.ID—Pasar merupakan salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian.
Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak.
Dalam ilmu ekonomi arus utama, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang disebut dengan transaksi. Pasar terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harganya.
Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang.
Untuk itu pemerintah daerah terus berkomitmen membangun pasar induk, sebagai sentaral perdangan masyarakat di Pegunungan Bintang. Pasar ini diperuntukan untuk semua masyarakat yang ada di Pegunungan Bintang, baik Orang Papua maupun non Papua yang ada di daerah ini.
Pemerintah Pegunungan Bintang terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang mengalami musibah kebakaran yang terjadi pada 26/9 di oksibil lalu. Salah satu langkah yang di upayakan pemerintah Pegubin adalah menyediakan tempat bagi para korban untuk kembali melanjudkan aktifitasnya yakni pemerintah Pegubin telah menyediakan tempat yang baru bagi masyarakat yang korban akibat kebakaran yang menghanguskan 150 lebih barak pedagang di oksibil.
Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka usai meninjauh lokasi kejadian menuturkan para korban yang telah kehilangan tempatnya kami sudah menyiapkan tempat bagi mereka yakni di pasar baru yang berada di kawasan Oksingsing tepatnya di jalan Iwur dengan demikian para korban akan menempati tempat yang di siapkan tersebut, ujarnya.
Selain para korban dirinya juga menuturkan para pedagang yang ada di pasar Mabilabol juga akan di relokasi sebab kawasan distrik Oksibil akan ditata kembali untuk kepentingan tata ruang kota serta juga penghijauan,
“Jadi untuk tempat yang telah terbakar itu tidak di bangun lagi sebab tempat tersebut daerah resikonya berat karena tempat itu adalah tanah numpangan, bukan hanya itu saja tetapi tempat itu juga akan di hijaukan dengan menanam bibit pohon” ucap Costan Oktemka.
Usai melakukan peninjauan di lokasi yang terbakar bupati Costan yang di damping asisten II setda Budi Wardaya kembali meninjauh lokasi yang akan menampung para korban akibat kebakaran yang terjadi di Oksibil.
Penulis:
Melki P Uropmabin,
Fransiskus Kasipmabin
