Siswa SD Negeri Balil Pegubin Praktik Membuat Bakso Yamen dan Pentolan Berbahan Lokal pada Ujian Akhir Sekolah
Oksibil,(Mandalapapua.id)– Siswa kelas 6 SD Negeri Balil, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), menggelar kegiatan praktik memasak sebagai bagian dari Ujian Akhir Sekolah (UAS) pada Selasa (21/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk membuat Bakso Yamen dan Pentolan dengan memanfaatkan berbagai bahan lokal khas daerah Pegunungan Bintang.
Kegiatan pembelajaran berbasis keterampilan ini dirancang untuk mengembangkan kreativitas, rasa kerja sama, serta kemampuan siswa dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan yang sehat dan bernilai gizi tinggi. Dengan didampingi langsung oleh guru-guru pengajar, para siswa tampak sangat antusias dalam setiap tahapan proses pembuatan.
Mereka aktif terlibat mulai dari mempersiapkan bahan mentah, mengolah adonan dengan cara yang benar, hingga menyajikan hasil olahannya secara rapi dan higienis. Selama proses berlangsung, siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, ketelitian dalam mengukur bahan, serta kerja sama tim yang solid.
Salah satu guru pendamping, Ibu Adonia Tabisu, menjelaskan bahwa kegiatan praktik ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar sebagai bagian dari penilaian akademik.”Kita harapkan anak-anak tidak hanya memahami ilmu yang diberikan di kelas, tetapi juga dapat melatih diri sendiri, mengembangkan kreativitas serta kemandirian mereka.
Selain itu, kami ingin menumbuhkan rasa bangga pada siswa terhadap potensi bahan pangan lokal yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang,” ujarnya.
Para siswa yang mengikuti kegiatan mengaku merasa senang dan mendapatkan pengalaman baru yang berharga. Mereka menyampaikan bahwa belajar memasak bersama teman-teman membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
Hasil olahan Bakso Yamen dan pentolan yang dihasilkan pun mendapatkan apresiasi positif karena dinilai memiliki tampilan yang kreatif, menarik, serta cita rasa yang khas dan lezat.
Melalui kegiatan seperti ini, guru-guru SD Negeri Balil berharap para siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka sehari-hari, sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan serta mengembangkan potensi sumber daya lokal daerah Pegunungan Bintang.*(Amalia Bamulki)
