Air Bersih di Manokwari, Ini Kata Kepala Dinas Kehutan Provinsi Papua Barat

0
IMG-20210906-WA0031

MANOKWARI, MANDALAPAPUA.COM—-Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Ir. Henri Runaweri mengatakan sumber air bersih di wilayah Manokwari ada beberapa tempat. Menurtnya, ada tiga diantaranya sumber air yang bersumber dari gunung Meja, Wosi Transito dan sumber air yang bersumber dari galian masyarakat sendiri. Untuk itu pengelolaan ar bersih ini harus dikelola dengan baik, maka keutuhan akan ar bersih bagi warga dari tahun ke tahun selalu tersedia.
Menurutnya, Sumber air yang berada di Gunung Meja sendiri dikelola oleh Kementerian kehutanan Republik Indonesia sehingga pengelolaannya tidak ada masalah, namun sumber air yang ada di wosi rendani itu Pengelolahan hutan hak ulayat masyarakat setempat serta dan sertifikat yang dimiliki oleh masyarakat dalam pengurusan tersebut masyarakat dipersilahkan untuk mengurus karena kalau tidak diurus proses pelepasan akan menjadi masalah seperti pembangunan pemukiman akan dilangsungkan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten, ujarnya.
Kepala Dinas mengatakan “wilayah Manokwari sendiri akan dilaksanakan pembangunan berkelanjutan sehingga yang menjadi Masalah adalah proses pelepasan hak Ulayat,sumber air yang berasal dari transito wosi, bidang developer”ucapnya.
Ia mengatakan kota Sorong kalau idak dilakukan penahanan irigasi atau saluran air yang baik maka akan terjadi banjir maka pemerintah provinsi Papua barat melalui dinas kehutanan melakukan berbagai upaya program untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dari dinas sendiri telah melakukan program program yang di laksanakan di wosi / rendani tetapi kembali lagi yaitu tanah dijual,pohon pohon yang di tanam digusur oleh masyarakat setempat.
Ia beberkan sebenarnya ada 3 program yang dilakukan oleh dinas kehutanan provinsi Papua barat sendiri yaitu, ,masyarakat apabila ingin membutuhkan lahan agar meminta ijin atau memohon ijin kepada dinas kehutanan sehingga tidak terjadi Masalah dikemudian hari artinya dengan adannya ijin tersebut lahan tetap terjaga dengan baik; Melakukan pengawasan terhadap penambangan liar semakin maraknya menebang pohon sembarang tidak sesui ijin yang di berikan oleh dinas terkait hal seperti ini juga harus tetap di control; Melakukan penanaman hutan mangrove yang sedang dan sudah dilakukan oleh dinas dan masyarakat setempat.
“Program program ini, sudah dilalukan dan dilaksanakan daerah soweba kegiatan hiasan lingkungan wisata dengan tujuan tetap terjaga hutan dan harus di dukung oleh masyarakat semua”terangnya.
Ia berharap masyarakat harus memperhatikan kondisi ini hutan kita dilindungi oleh negara tidk boleh menebang pohon sembarangan hutan adalah paru paru dunia,pohon pohon yang di tanam bahkan dilakukan penjagaan oleh polisi hutan tetap dilakukan secara maksimal kalau hal ini masih Tetap dilakukan maka 20 tahun kedepan hutan kita akan habis ditebang oleh masyarakat yang tidak mengerti akan fungsi dan tujuan hutan itu sendiri.

Penulis: Yahakuku Ariel Liffa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *