Ini Geliat Dinas PUPR Pegunungan Bintang Wujudkan Program 100 Hari Kerja
OKSIBIL, MANDALAPAPUA.COM—–Guna mengejar program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Pegunungan Bintang, Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan berbagai kegiatan sesuai arahan Bupati Spey dan wakilnya Piter Kalakmabin.
Yance Tapyor, ST, Plt. kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada media ini, Jumat Pekan lalu mengatakan demi mengejar target program 100 hari kerja kami telah melaksanakan beberapa program prioritas yang menjadi kebutuhan rakyat dan program ini merupakan janji Bupati saat kampanye tahun lalu.
“Program 100 hari kerja Pemerintahan Spey-Piter yang sedang kami kerjakan adalah Pengadaan air bersih, penerangan listrik, pengaspalan jalan ibu kota”kata Yance Tapyor kepada mandalapapua.com, ketika menemuinya di kantor Dinas PUPR di Dabolding, distrik Kalomdol, Jumat lalu.
Air Bersih Masuk Rumah Warga Oksibil, Pegunungan Bintang
Program pengadaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga ibu kota menjadi penting. Soalnya, selama ini warga ibu kota mengandalkan air hujan. Pegunungan Bintang dijuluki sebagai Negeri Air atau sering disebut Negeri Ok, karena penamaan daerah diawali dengan kata ok. Misalnya, Oksibil, Oksebang, Oksop, Okbape, Okyop, Oksamol, Okyip dan lain lainnya, namun kebutuhan akan air bersih untuk warga dari tahun ke tahun semenjak kabupaten Pegunungan Bintang hadir belum juga dialirkan ke rumah warga.
Untuk itu, menurut Yance Tapyor, Pengadaan air bersih menjadi prioritas dinas selama Spey-Piter memimpin Pegunungan Bintang. Ia mengatakan saat ini Dinas PUPR sedang focus memperbaiki jaringan air bersih dari Oktenma ke Yunabol.
Yance Tapyor menjelaskan sambungan reserpoin ke rumah sudah dilakukan. Sekarang masyarakat yang disekitar yunabol sudah menikmati.
Yance katakana “Pembenahan dan rehabilitasi yang ada. Karena uang kita itu terbatas, tahun ini devisit dan DPA tidak ada. Ini kebijakan dari Dinas saja, saya perintahkan orang sudah kerja. Karen air ini sangat penting, selama ini kan tidak ada air bersih yang dialirkan ke rumah warga. Sekarang Sudah dialirkan ke rumah warga” ucapnya.
Menurutnya, jaringan yang sudah dipasang bocor bocor, masyarakat tidak rawat dengan baik. Pada hal air ini sangat penting untuk kebutuhan hidup warga masyarakat di Ibu Kota dan sekitarnya. Tetapi kesadaran warga merawat jaringan yang sudah pasang menjadi persoalan baru dalam pengelolaan air bersih di Oksibil.
“Kami sudah perbaiki, las las jaringan pipa yang sudah bocor oleh warga. Sekarang sudah mengair ke rumah warga. Terutama di sekitar Yunabol, kampung Kabiding distrik Oksibil”ucap Yance Tapyor.
Butuh Perencanaan Yang Matang
Untuk menjangkau semua warga di Oksibil dan sekitarnya menurut Yance kita harus merencanakan dengan baik, tidak bisa kita bilang air harus jalan dalam waktu 100 hari. Itu tidak bisa, lagian di DPA tidak keluar.
“Kita harus hitung dulu, berapa banyak yang harus masuk ke rumah warga, kemampuan satu rumah membutuhkan berapa liter air”terangnya.
Sementara ini kita sedang desain, sambil rehabilitasi yang ada. Yunabol, masyarakat sudah menikmati air yang sudah dialirkan. Dari Pipa induk ke rumah rumah itu sudah.
Penampung air di Yunabol ada Tiga bak besar, sudah lama bangun. Satu rusak, 2 belum jadi di situ ditampung dulu. Pasang pipa ke Kota dua nanti, Satu ke rumah pejabat, rumah sakit maupun fasilitas umum seperti perkantoran, hotel hotel, puskesmas dan lainnya. Sedangkan yang lainnya dialirkan ke rumah warga.
Menurut Tapyor terkait dengan pengawasan dan perawatan, kami akan susun sebuah dokumen dan prodak khusus supaya ada badan khusus yang kelola Air minum ini. Dinas akan bentuk Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Air minum. PU hanya pendampingan dan pengawasan terhadap unit tersebut, bebernya.
“Anak asli Pegunungan Bintang akan direkrut dan jadi karyawan di UPTD yang akan dibentuk. supaya pemberdayaan itu bisa terjadi. Mereka ini akan bekerja di UPTD untuk menghidupkan dan menyediakan air bersih. Supaya kebutuhan akan air bersih bagi warga itu terpenuhi” ujarnya.
Ia menjelaskan untuk penagihan pajak bagi pengguna air bersih akan dikenakan pajak dan kami serahkan kepada pendapatan untuk melakukan penarikan. Sedangkan kontruksi kami yang bangun. Ketika warga atau perusahaan membutuhkan air bersih, maka berhubungan langsung dengan UPTD, nanti unit ini yang akan bangun jaringannya.
Untuk itu ia berharap setiap tahun harus dianggarkan untuk pengelolaan air minum. Untuk pemeliharaan air minum di kota Oksibil dan sekitarnya, butuh anggaran 1-2 miliar.
Untuk mencapai target 100 hari kerja terkait pengadaan air minum, pekerjaan kontruksi membutuhkan waktu. Perencanaan yang matang dulu. Setelah menerima dokumen DPA, satu bulan menyiapkan dokumn kontrak. Jadi jangan kemudian dipaksakan untuk 100 hari kerja jadi tidak, pelan pelan kita benahi.
Integrasi Pembangkit Tenaga Disel Untuk Menerangi Kota Oksibil
Listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Listrik juga dibutuhkan oleh perkantoran, perusahaan, usaha bisnis maupun warga secara umum. Untuk itu, untuk memenuhi keutuhan akan listrik di pusat ibu kota, maka DPUPR Pegunungan Bintang sedang melakukan pengerjaan dengan kontruksinya dengan kayu.
Menurt Yance “Kontruksi untuk mengalirkan listrik terintegrasi antar kantor kantor dan rumah warga sementara menggunakan kayu. Kedepan kami akan datangkan dari Surabaya untuk mengalirkan listrik dari PLTA” ucapnya.
Menurtnya Listrik ini kenapa kontruksinya pake kayu, karena setiap SKPD, menggunakan BBM semua dan pembrosan anggaran. Jadi dinas teknis, prekda ambil alih untuk memasang supaya terkoneksi semua. Terintegrasi listrik di perkntoran dan perumahan warga, bebernya.
“Dua mesin yang akan digunakan, satu untuk siang hari dan yang satu untuk malam hari. Supaya listrik menyala selama 24 jam. Karena Jaringan datangkan dari Surabaya, membutuhkan waktu dan biaya yang cukup banyak”terang kepala Dinas PUPR Pegunungan Bintang tesebut.
Menurutnya, saat ini penerangan listrik pada malam hari saja, mula dari jam 6 malam hingga pagi hari. Siang hari hanya di perkantoran. “Untuk itu, kami sedang kerjakan untuk siang malam akan menyala, bebernya.
Tidak hanya itu, pengaspalan jalan protokol sudah mengerjakan pengaspalan. Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan umum dan perumahan rakyat mulai pengaspalan lingkar kota, mulai dari Balusu, Pertigaan Okpol, Pertigaan Bank Papua hingga depan kantor distrik Oksibil Pegunungan Bintang.
Fransiskus Kasipmabin
