Bupati Geram, Masyarakat Masih Ada yang tak Peduli Prokes

0
FB_IMG_1627594408620

Angka Harian Covid Keerom Meningkat, Bupati Wacanakan Untuk Lakukan PPKM

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, Nampak gusar dan geram, karena masih ada masyarakat Keerom yang tak peduli dengan protokkol kesehatan, 5 M. Ia mengaku, hampir setiap hari menerima laporan tentang kondisi terakhir Covid-19 dan juga masih ada acara acara social-budaya yang dilaksanakan di masyarakat tanpa penerapan protocol kesehatan.

‘’Minggu lalu sesuai edaran bupati, kita telah minta agar Kadistrik dan Kepala kampung melakukan pengawasan, kalau masyarakat masih acuh tak acuh, maka mereka saya akan copot dan ini bukan gertakan, pasti akan saya copot. Karena memang situasi daerah sudah berubah, ini bukan mau kita yang jalankan, karena ini perintah Presiden kepada seluruh kepala daerah di seluruh Indonesia,’’ujarnya kepada wartawan usai menggelar rapat dengan Satgas Covid-19, diruang kerjanya pada Kamis (29/7/21).

Ia menambahkan, perkembangan saat ini terus jadi pantauannya, bila tanda-tanda peningkatan kasus harian covid tidak berkurang, maka ia akan meningkatkan level PPKM di Keerom. Adapun data sebaran atau infografis covid-19 di Keerom, yang memasuki minggu ke-29 sejak Covid pertama kali ditemukan di keerom, maka angka lonjakan pekan-pekan terakhir ini cukup tinggi bahkan menjadi yang tertinggi di Keerom.

‘’Hingga sekarang total ada 431 kasus, 172 isoman, dan meninggal 21 orang. Pemerintah telah ambil langkah untuk membatalkan rencana sekolah tatap muka di 4 distrik yang masuk zona merah, lalu ada pembatasan ibadah hari minggu dan jumat dengan jumlah yang diperbolehkan adalah 30 persen dari kapasitas, juga pembatasan aktivitas social budaya,’’ujarnya.

Ia juga meminta agar sudahi adanya perdebatan tentang covid ada atau tidak ada, pakai masker atau tidak, dll. Menurutnya saat ini varian Covid sudah bermacam-macam, dan menyerang dengan beragam-ragam cara, maka taka da pilihan lagi untu berdebat, semua harus menerapkan protocol kesehatan dengan ketat dan hati-hati.

Ditambahkan, selain penerapan protocol yang ketat, ia juga telah menggelar pertemuan dan Satgas covid dan telah memerintahkan Satgas untuk mengeksekusi kegiatan penanganan Covid-19 dari program refocussing yang ada sekitar 8,7 milliar untuk segera dilaksanakan sesuai dengan prosedur.

‘’Beberapa kegiatan diantaranya, penyediaan paviliun penanganan Covid, penambahan Nakes penanganan Covid yang telah kita SK-kan sebanyak 20 orang, juga ada penyiapan ttenaga pemulasaraan jenazah yang dikoordinasikan oleh FKUB Keerom, penyediaan petimati dan lainnya. Demikian juga penyediaan obat-obatan, oksigen dan lainnya, juga telah dikoordinasikan dengan RS mitra ,’’ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *