BPSDM Pegunungan Bintang Sedang Menyusun Sistem Penerimaan Bantuan Pendidikan Bagi Mahasiswa

0
IMG_0496

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID— Mahasiswa Pegunungan Bintang yang sedang kuliah di Papua maupun diluar Papua dimohon bersabar sembari menyiapkan database mahasiswa oleh Organisasi Mahasiswa baik di IMPETANG di Jayapura maupun KOMAPO di Jawa dalam rangkah mengakomodir seluruh mahasiswa Pegunungan Bintang baik, putus kuliah, cuti kuliah maupun mahasiswa yang sedang aktif kuliah S1, S2 di seluruh dunia.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) kabupaten Pegunungan Bintang, Geraldus O.Bidana, S.Pd., MPA kepada media ini mengatakan pihaknya sedang menyusun system pelayanan bantuan pendidikan bagi Mahasiswa Pegunungan Bintang yang sedang kuliah di dalam maupun luar negeri, baik lembaga kerja sama maupun non kerja sama yang saat ini tengah mengikuti perkuliahan.
Menurutnya, berkaitan dengan Bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa Pegunungan Bintang Se-Indonesia tahun anggaran 2021 sedikit tersendat karena proses perencanaan anggaran yang tidak jelas dari tahun sebelumnya. Karena itulah kepemimpin Bapak Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam beberapa minggu ini sedang lakukan pembenahan sistim pemerintahan yang dibangun 5 tahun lalu. Lama kerja pemerintahan sekarang sejak dilantik pada bulan Maret – April 2021 ini belum memasuki 1 bulan kerja efektif.
Kepala BPSDM mengatakan “siapa pun mesti bertahan diri dalam membuat statement penilaian terhadap kepemimpinan yang baru. Untuk itu, saya menghimbau kepada setiap mahasiswa Pegunungan Bintang di seluruh Indonesia dan luar negeri agar bisa mengikuti proses pembenahan pemerintahan sekarang”kata Gerald Bidana.
Lebih lanjut ia menjelaskan berkaitan dengan Dana Bantuan Pendidikan kami sedang proses. Diharapkan sebelum atau sesudah 1 bulan hari kepemimpinan SEPTE bisa didistribusikan kepada kelompok sasaran. Kelompok sasaran dana bantuan pendidikan tentu kepada mahasiswa dan siswa yang dititipkan di lembaga-lembaga kerjasama Pemda. Jumlah dana yang tersedia kami sudah hitung secara baik berdasarkan data base mahasiswa di seluruh Indonesia bahkan yang ada di beberapa negara. Berapa banyak yang akan diterima oleh per mahasiswa akan disesuaikan dengan jumlah dana yang tersedia.
“Kelompok sasaran utama kebijakan kami adalah kepada mereka yang sudah berada di semeter akhir baik sarjana (S1) maupun pascasarjana (S2), calon pilot dan jurusan lainnya. Selain itu kepada mereka yang memutuskan kuliah atau cuti kuliah karena keterbatasan biaya pendidikan. Apabila kelompok pertama bisa teratasi dan masih ada dana yang cukup maka kami akan berikan kepada mahasiswa semester bawah sesuai dengan beban biaya studi berdasarkan ketentuan kampus”beber Gerald Bidana.

Kemudian ia menjelaskan agar supaya seluruh mahasiswa bisa ditolong maka staf Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kabupaten Pegunungan Bintang sudah melakukan koordinasi, komunikasi dan melakukan pendataan secara detail di setiap kampus. Sudah dilakukan komunikasi dengan pimpinan sejumlah kampus yang ada di Papua dan di luar Papua dengan tujuan mencairkan pikiran, menyamakan persepsi dan dilakukan kesepakatan-kesepatakan penting untuk menolong mahasiswa yang sebagian besar telah di luar kampus beberapa waktu lamanya. Pendekatan seperti inilah yang mesti kita lakukan terlebih dahulu untuk membangun pemahaman bersama antara pihak perguruan tinggi dan Pemerintah Daerah dalam mempersiapkan generasai muda Pegunungan.
Dengan demikian pola penanganan bantuan studi kepada mahasiswa akan semakin teratur, cukup ketat agar pemanfaatannya tepat sasaran. Dana bantuan studi hanya diperuntukan untuk kepentingan perkuliahan dan tidak dipergunakan untuk kepentingan lain.
“Kami akan memastikan pembiayaan SPP dan lain-lain yang berhubungan dengan administrasi kampus akan diselesaikan langsung di bagian akademik dan keuangan kampus. Sedangkan biaya hidup termasuk transportasi dan sejenisnya akan diterima langsung oleh mahasiswa bersangkutan dan akan dimonitor dampak dari penggunaan uang itu bagi setiap mahasiswa”tegas Bidana.
Ia menegaskan penggunaan dana bantuan pendidikan harus berdampak positif bagi individu mahasiswa bersangkutan sebagai wujud penghormatannya kepada Pemda atau orang tuanya bahwa mereka sedang sungguh-sungguh berjuang demi masa depannya. Sangat tidak diperbolehkan menggunakan dana tersebut untuk mengkonsumsi miras, belanja handphone canggih melebihi para pejabat dan sejenisnya. Apabila kedapatan menggunakan dana bantuan pendidikan dari Pemda maka kesempatan selanjutnya tidak akan diberikan bantuan bagi mahasiswa tersebut. Untuk ini saya minta kepada pengurus IMPPETANG dan KOMAPO untuk membuat laporan kepada Pemda tanpa pandang bulu. Sebab orang yang demikian benar-benar tidak menghargai perjuangan Pemda dan terlebih orang tuanya yang telah melahirkan dan membesarkannya.
Proses penanganan dana bantuan studi tahun ini masih banyak kelonggaran akan tetapi tahun depan dan seterusnya akan menerapkan sistim yang berbeda, lebih ketat dan terarah dari sistim penyaluran maupun proses pembinaan bagi mahasiswanya. Sekali lagi, saya menghimbau kepada BPH IMPPETANG dan KOMAPO untuk mempersiapkan data base mahasiawa berdasarkan perguruan tinggi yang ada di kota studi masing-masing. Kemudian memastikan mahasiswa yang berasal dari Distrik-Distrik perbatasan wilayah Kabupaten Yahukimo, Boven Digoel, dan Keerom. Kalau sampai kami temukan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten lain tetapi mengaku berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang dan menerima bantuan studi maka langsung diproses secara hukum karena sedang melakukan penipuan dan mengembangan sikap tidak terpuji oleh mahasiswa bersangkutan.
Langkah kerja awal kami sekarang menjadi patokan untuk membenahi kekurangan yang terjadi selama ini dan dapat mempersiapkan SDM yang memiliki integritas, reputasi yang baik sebelum terjuan ke dunia kerja usai pendidikannya. Saya minta agar setiap mahasiswa dengan seksama mengikuti kerja-kerja kami sekarang karena belum satu bulan kerja efektif Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik pada bulan Maret lalu. Proses perbaikan sistim kerja dan perubahan mindset harus perlu diperbaharui dan ditingkatkan dalam kapastitas apapun juga, terangnya.

 

Penulis: Fransiskus Kasipmabin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *