Bupati Pegunungan Bintang Minta POLDA Papua Lanjutkan Penyelidikan Penyalagunaan Anggaran PLTA

0
20210315_135130

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Bupati Pegunungan Bintang, Spey Bidana meminta kepada POLDA Papua untuk melanjutkan Penyeledikan atas indikasi korupsi anggaran tahun 2018/2019 yang digunakan untuk belanja kontruksi dan pengadaan kabel untuk pemasangan kabel listrik ke Oksibil, Ibu kota kabupaten Pegunungan Bintang.
Sampai saat ini tahun 2021, bahan kontruksi baik itu tiang maupun kabel belum dipasang dari Lokasi PLTA sampi dengan Oksibil. Seharusnya, jika para pihak yang tangani belanja Kontruksi, bisa beli 800-900 tiang. Namun sampai saat ini belum ada.
Hal itu dikatakan bupati Pegunungan, Spey Bidana kepada media ini usai Tinjau Lokasi PLTA pada sabtu pecan lalu.
Bupati Spey mengatakan berkaitan dengan kontruksi, pada tahun 2018, 2019 kalo tidak salah anggarannya sudah disahkan, kurang lebih 47 miliar. Uangnya sudah dicairkan namun tidak menghasilkan pembangunan. Ini sudah mubasir.
“Untuk itu kami minta penyidik yang kemarin melakukan penyidikan harus dilanjutkan. Supaya yang ambil uang ini harus dipertangung jawabkan. Uang besar ini Negara rugi”ujar Bupati Spey yang juga Mantan Kepala BAPPEDA tersebut.
Secara khusus bupati minta supaya penyelidikan yang dilakukan oleh POLDA Papua itu dilakukan. Supaya oknum oknum yang menggelapkan dana besar ini bisa diproses secara hukum atau bisa pertangung jawabkan atas pekerjaan ini.
“Sebenarnya pekerjaan ini diselesaikan pada tahun 2018 atau 2019 tetapi menghambat karena uangnya dikorupsi. Uang bukan sedikit, tapi uang puluhan miliar ini harus dipertangungjawabkan. Uangnya sudah makan sekitar 47 Miliar. Ini kerugian Negara” beber Spey Bidana.

 

Fransiskus Kasipmabin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *