SEPTE: Kami Dua Jadi Bupati dan Wakil Bupati Untuk Melayani Rakyat Pegunungan Bintang

0
20210304_161715

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Usai Pelantikan Bupati dan wakil bupati Pegunungan Bintang periode 2020-2025 oleh Gubernur Provinsi Papua pada tanggal 3 Maret 2021 lalu di Gedung Negara Dok.2 Jayapura Papua, bupati Spey Birdana dan wakilnya Piter Kalakmabin, tiba di Oksibil, tanggal 4 Maret 2021 menggunakan pesawat Dimonim Air pada pukul 11.19 waktu Indonesia Timur.
Setelah tiba di Oksibil, masa arak arakkan mengantar Bupati dan Wail Bupati jalan kaki menuju Lapangan Sepak Bola Kabiding Oksibil Pegunungan Bintang. Dalam acara temu akbar dengan masyarakat Pegunungan Bintang itu, bupati Spey Y. Birdana melakukan pidato singkat dan ucapkan terima kasih kepada masyarakat Pegunungan Bintang.
“Kami dua mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Pegunungan Bintang atas penjemputan yang luar biasa ini. Perjuangan rakyat Pegunungan sudah selesai dan mengantar kami dua ke kursi untuk melayani rakyat”kata bupati Pegunungan Bintang dalam sambutannya dihadapan masyarakat Pegunungan Bintang.
Menurutnya bupati, gubernur, DPRD itu dipilih oleh rakyat sehingga harus melayani rakyat. Jadi kami pastikan kebutuhan rakyat itu terpenuhi sesuai dengan kemampuan energy yang tersedia disetiap tingkatan.
“Kami akan sampaikan secara resmi pada saat acara syukuran, kita semua bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan berperkara dalam kemenangan ini, kita bersatu melawan penindasan selama 5 tahun. Dengan demikian kami dua akan pastikan pelayanan kebutuhan dasar dilayani secara bertahap, berjenjang dan fungsi masing masing”terangnya.
Bupati menjelaskan program 100 hari kerja, akan launching beberapa program yang kemudian menjadi program 100 hari kerja. Pertama, Aplikasi bantuan beasiswa bagi mahasiswa Pegunungan Bintang. Aplikasi ini dibuat dan disediakan oleh putra daerah Pegunungan Bintang. Dan itu pertama di Papua, Aplikasi biaya mahasiswa Pegunungan Bintang. Anak anak yang dikrim keluar daerah untuk studi akan dikontrol lewat aplikasi itu, dan aplikasi itu bias diinstal di HP atau laptop untuk bias control mahasiswa.
Kedua, Aplikasi untuk control perkembangan kampong. Mulai database penduduk, penggunaan anggaran, monografi kampong, dan data permbangan pembangunan kampong. Ketiga, MOU dengan mitra pendidikan yang akan kelola mahasiswa Pegubin yang akan keluar daerah baik dalam dan luar negeri. VISI RPJm bias diwujudnyatakan, mereka sudah ada di sini. Mulai tahun depan, mulai TK-PT kualitasnya sama dengan Amerika, Jepang. Semua belajar dari sini, belajar budaya, ilmu pengetahuan di sini baru S2, S3 bisa kuliah di luar, namun tahun depan kita juga akan bangun Universitas Okmin Papua., sehingga anak anak itu ada di sini dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kita tidak perlu ke Amerika, kita tinggal disini saja belajar tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Belajar tentang pengetahuan, amerika, jepang, pengetahuan korea dengan melakukan kerja sama dengan Yayasan yang akan kita MOU Besok”beber bupati yang juga Alumni UGM Yogyakarta ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan kita pastikan SDM Pegunungan Bintang itu punya krakter dan kepribadian itu mantab baik secara moral maupun pengetahuan yang juga egrimen dengan yayasan yang dulu membina saya secara pribadi dan alumni mahasiswa Papua di Luar Papua.
“Semua yang akan dapat bantuan pendidikan harus melalui Yayasan Binterbusih. Supaya kita menghasilkan anak anak yang benar benar cerdas secara otak tetapi juga cerdas secara hati supaya pulang itu bias membangun Papua dan Bangsa Indonesia” bebernya.
Jadi setelah ini, rakyat pulang dan siapkan diri untuk Syukuran, panitia sudah ada. Kapan kita syukuran kembali Panitia dan Rakyat. Karena system pemerintahan ini tidak berjalan sehingga kita dua masuk ini bias layani mulai besok.
Ia tegaskan kami dua itu bupati dan wakil bupati untuk seluruh rakyat Pegunungan Bintang, tidak ada perbedaan, jadi harus bersatu, tidak boleh bangun isu lagi. Isu itu kita sudah lewati dan berhenti, kami dua sudah berhenti di sini.
Kemudian, kita sudah pastikan APBD sudah OKe, DPA dibagikan. Membangun 6 titik yang di Janjikan di Kampanye itu, minimal 4 titik itu bias bongkar Jalan Tahun ini. Diluar Oksibil dan sekitarnya, sedangkan Selatan itu hanya melanjutkan saja.
Pulang jaga kesatuan dan persatuan, semua yang kita lalui itu sudah, kita sudah serakan ke Tuhan dan kami jadi Pemimpin untuk Pegunungan Bintang.

Fransiskus Kasipmabin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *