Hasil Kelulusan Tak Sesui Perolehan Nilai, Massa Rusaki Kantor BKD Pegunungan Bintang

0
IMG-20200730-WA0021

Terlihat Massa Merobohkan Kaca dan menghancurkan ATK Kantor BKD Pegunungan Bintang, Dok. Tribunpapua.id

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Usai Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang mengumumkan hasil kelulusan tes CPNS formasi 2018 di Pegubin secara online dan off line melalui media cetak ( cepos)  pada tanggal 30 Juli 2020, pencaker asal Pegunungan Bintang merasa dirugikan dengan hasil yang diumumkan. Lantaran hasil akhir perolehan nilai pada saat Ujian beda dengan apa yang diumumkan.

Akibat dari rasa tidak puas,  pencaker di wilayah Pegunungan Bintang melakukan aksi protes terhadap hasil yang di umumkan pemerintah dan merobohkan kantor BKD Kabupaten Pegunungan Bintang di Kukding Okpol Oksibil.

Salah satu peserta tes kepada media ini mengatakan nilai Cat di Komputer lebih tinggi, namun tidak dinyatakan tidak lolos. “Pada hal teman saya yang nilainya dibawa dinayatakan lulus”katanya dengan nada kesal.

Menurut peserta yang tidak mau namnya dimedikan itu mengatakan, teman saya ini adalah orang dekat Bupati Costan, sehingga bisa lolos. Walau dia nilainya kurang dari saya tapi bisa diloloskan, ucapnya.

Dari hasil yang diumukan ini dinilai tidak sesuai dengan perolehan hasil saat peserta melakukan tes yang di lakukan. Salah satu hal yang dipersoalkan adalah  peserta yang mendapat jumlah nilai di bawah dari 100 diloloskan sedangkan ada banyak peserta yang memperoleh nilai di atas 200 tidak diloloskan.

Dengan melihat hal ini masyarakat dan pencaker orang asli Pegunungan Bintang menilai CPNS Formasi 2018 ini penuh dengan  interfensi dan kepentingan bupati Pegunungan Bintang.

“Sudah terbukti bahwa CPNS yang di terima adalah keluarga dan kepentingan politik elit lokal yang berkuasa”kata salah seorang peserta saat aksi tolak hasil CPNS di kantor BKD Pegunungan Bintang.

Dalam Kesempatan itu,  para pencaker yang merasa dirugikan menuntut pemerintah pusat dan daerah khususnya bupati, wakil bupati dan ketua DPRD Pegubin wajib mempertanggung jawabkan hal ini dengan menghanguskan hasil yang di tetapkan dan segera mengembalikan hasilnya sesuai dengan hasil yang diperoleh setiap peserta.

“Kami memberikan kesempatan kepada pemerintah Pegunungan Bintang hingga hari senin mendatang, dengan catatan pemerintah wajib mempertanggung jawabkan hasil yang di peroleh sesuai hasil tes awal” ucapnya.

Sementara berdasarkan pantauan dari media ini sejumlah fasilitas perkantoran baik kaca, computer dirobohkan.

 

Penulis          : Melki P. Uropmabin

Editor             : Fransiskus Kasipmabin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *