Nasehat untuk Anak muda Papua Agar Lebih Bijak Dalam Menggunakan Uang Saku

0
IMG-20200707-WA0015

Melikson Urpon, Dok. Pribadi Untuk Tribunpapua.id

OLEH MELIKSON URPON

TRIBUNPAPUA.ID—Perubahan merupakan salah satu sikap positif yang harus di ambil seseorang agar mampu memperoleh atau memperbaiki kebiasaan lama atas perubahan hidup yang baru. Di era globalisasi ini persaingan bebas antar Negara sudah dan sedang terjadi di segala bidang hidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya. Persaingan globalisasi ini telah merubah segala hal termasuk tatanan budaya adat istiadat suatu daerah. Persaingan globalisasi menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi anak muda saat ini. Mengapa penulis menyebut anak muda, karena anak muda adalah harapan dan penerus  tulang punggung suatu bangsa. Sehingga anak muda harus adaptif dan mampu ikut bersaing dalam segala bidang.

Namun dewasa ini,  kebiasaan lama yang berulang terus menerus dalam kehidupan kita  membuat kita hanya berpangku tangan berharap menunggu hari-hari baik. Bukan rahasia bahwa kebanyakan masyarakat  kita di Papua  jarang untuk memikirkan atau menabung uang untuk hari depan. Mental kita lebih suka menggesek ATM daripada menabung. Jika dilihat hal positif yang bisa kita dapatkan dari memiliki tabungan adalah ada jaminan hidup yang baik. Kita bisa membeli rumah atau  atau memiliki tempat usaha dari modal saving ini. Menabung untuk hari depan merupakan ide yang baik karena itu akan menjadi sangat berguna ketika kita sakit atau mengalami kesusahan dikemudian hari.  Pola pikir ini yang harus ditanamkan dalam benak setiap anak muda kita agar perubahan pola dan sikap hidup ke depan bisa lebih baik.

Penggunaan uang saku dengan bijak adalah topik menarik untuk dibahas dalam artikel ini. Sebab berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis, bahwa  kadang kita kurang bijak dalam menggunakan uang saku yang diberikan orang tua.  Kebanyakan dari kita menggunakan uang saku hanya untuk bersenang-senang, berwisata dan lain sebagainya hingga lupa,  sebenarnya uang saku ini merupakan modal sempurna yang bisa kita perggunakan untuk melakukan suatu perubahan dalam diri kita. Dengan menginvestasikannya untuk belajar sesuatu hal baru  seperti kursus bahasa asing, musik, matematika, memasak, programming computer, desain grafis, menggambar, atau membeli alat-alat pendukung belajar kita.

Perubahan merupakan salah satu hal yang harus di lakukan anak muda sekarang untuk menatap masa depan yang lebih baik. Anak muda harus memiliki pemikiran analitis ke depan dengan banyak pertimbangan kemudian melakukan action dalam suatu bidang yang ingin ditekuninya. Dikarenakan persaingan global mengharuskan orang untuk bisa beradaptasi dan mampu bersaing dalam segala hal,  jika tidak maka kita akan tertinggal dan mentok disatu tempat.

Kebiasaan lama yang berulang menjadi hambatan serius yang harus menjadi bahan refleksi untuk anak muda saat ini. Agar lebih bijak menggunakan uang sakunya dalam melakukan hal-hal yang positif dikarenakan kehidupan sesungguhnya berada di depan kita. Berikut merupakan pertanyaan-pertanyaan refleksi penulis dalam hal melakukan perubahan antara lain:

  • Pernakah kita berpikir untuk menabung untuk masa depan ?
  • Pernakah kita berpikir bagaimana seharusnya kita menginvestasikan uang saku kita untuk melakukan hal-hal yang positif seperti, belajar sesuatu yang baru dengan mengasah skill keterampilan dan kreatifitas kita untuk tambahan ilmu pengetahuan yang berguna bagi masa depan kita?
  • Pernakah kita berpikir bagaimana masa depan kita nantinya jika suatu saat orang yang membiaya kita sudah tidak dapat mengirim uang Saku ?

Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut penulis berharap itu bisa menjadi masukan dan bahan refleksi kita semua. Dimana memikirkan masa depan yang baik merupakan pekerjaan lama. Seseorang yang sukses di masa depan tidak terlepas dari kerja keras dan pengorbanan yang besar. Lebih baik mengorbankan masa mudah untuk masa depan yang lebih baik daripada mengorbankan masa depan untuk hal-hal yang tak berfaeda. Ibarat pepatah “ Susah-susah dahulu senang-senang kemudian”. Kita harus membuka buku melihat dan belajar dari orang-orang sukses hari ini, sebelumnya meraka  bukan  berasal dari orang berada. Mereka berjuang dari ketiadaan menjadi ada dan dari hal kecil menjadi sukses besar karena mereka terus belajar.

Anak muda harus belajar agar mampu berkarya dalam hal ini menabung uang saku untuk menginvestasikannya untuk hal-hal yang positif seperti belajar kreatifitas di mana kreatifitas merupakan suatu hal yang harus dimiliki seseorang agar dapat mengembangkannya dikemudian hari. Kita harus berpikir dan beranalitis ke depan tentang apa yang yang akan terjadi dikemudian hari.

Sehingga  ketika kita mendapatkan kesempatan seperti mendapat uang saku dari orangtua atau mendapatkan beasiswa untuk bersekolah tinggi-tinggi, maka  kita harus menggunakan uang tersebut dengan bijak. Uang saku bukan gaji yang akan kita terima seumur hidup kita. Akan ada hari dimana semuanya berhenti atau ketika kamu mendapati kehidupan sesunggunya dikemudian hari, barulah kita akan sadar bagaimana seharusnya tindakan yang mestinya kita ambil.

Kesimpulan

Masa depan itu harus dijemput bukan ditunggu. Anak muda adalah tulang punggung penerus bangsa . Ayo gunakan uang saku dengan bijak untuk hal-hal yang positif. Uang saku adalah modal sempurna untuk kita bisa mulai mengembangkan setiap bakat keterampilan yang ada di dalam diri kita  untuk investasi masa depan yang lebih baik.

 

Penulis adalah Salah satu Mahasiswa KOMAPO yang berstudi di jawa tengah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *