Menjaga Pegunungan Bintang Tetap Di Zona Hijau

0
IMG-20200709-WA0001

Geraldus Adii, Kabag Humas Setda Pegunungan Bintang Dok. Melki Untuk Tribunpapua.id

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Update atau Perkembangan Corona Virus di Pegunungan Bintang per hari belum ada kasus positif yang ditemukan paska Lockdown dibuka pada tanggal 1 Juli 2020 lalu. Sampai dengan berita ini diturunkan, memasuki minggu ke dua dari 14 hari isolasi diri yang ditetapkan pemerintah.

Kita harus mempertahankan zona aman ini agar manusia yang ada di Pegunungan Bintang  tidak mati akibat Corona Virus yang mengancam dunia tersebut. Tim Covid-19 berkomitmen bersama masyarakat di daerah ini supaya Virus ini tidak masuk Pegunungan Bintang.

Hal itu dikatakan Geraldus Adii, S.IP, Koordinator Perlengkapan dan Logistik, tim Covid-19 kabupaten Pegunungan Bintang, kepada media ini Rabu, 8 Juli 2020 di ruang kerjanya, Kukding Okpol Pegunungan Bintang.

“Komitmen tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 dan kehendak masyarakat Pegunungan Bintang jangan mati karena korona, oleh sebab itu sejumlah upaya terus kami lakukan guna memenuhi komitmen kami saat ini”ujarnya.

Dalam rangka pencegahan covid-19 di daerah Pegubin, berbagai upaya sedang kami lakukan mulai dari tahapan persiapan hingga pasca penanganan. Untuk sementara ini kami sedang mempersiapkan sejumlah fasilitas penunjang pencegahan di Oksibil, ibu kota kabupaten, wilayah perbatasan antara kabupaten dan antar negara, ujar Gerald Adii yang juga Kabag Humas Setda Pegunungan Bintang.

Menurutnya, tim gugus tugas pandemik covid-19  melalui bagian Perlengkapan dan Logistik, kami menyiapkan dua buah gedung  isolasi bagi pasien yang terpapar corona yakni Gues House dan kantor BPBD.

“Dua tempat ini kami sudah melengkapi segala fasilitas yang di butuhkan sesuai dengan protap kesehatan yang berlaku, mulai dari ruangan,tempat tidur,kamar kecil, alat tidur, alat makan dan semua kebutuhan lainnya yang di butuhkan sesuai protap kesehatan”ujarnya.

Sedangkan untuk di wilayah perbatasan antar kabupaten dan negara, tim perlengkapan sudah menyiapkan segala kebutuhan yang akan digunakan di sana, yakni pos batas, Kawe di distrik Awinbon, Pos Ulkubi Distrik Iwur,  serta di Pos Lintas dalam ibu kota kabupaten.

“Saat ini semua fasilitas yang dibutuhkan mulai dari bahan makanan, alat dapur hingga fasilitas lain sudah kami sediakan di oksibil, tinggal menunggu penerbangan untuk di drop ke lokasi yang di tentukan”beber Gerald.

Lebih lanjut ia menjelaskan kita di Pegunungan Bintang mendapat bantuan  beras dari kementrian sosial RI sebanyak 100 ton dan beras tersebut saat ini sudah di drop ke oksibil.  Saat ini kami sedang melakukan komunikasi dengan para kepala distrik untuk mengimpun data dari setiap kampung, selanjudnya akan kami lakukan pendropan ke 277 kampung melalui 34 distrik ujarnya.

Jumlah beras yang dibantu dari Pemerintah pusat tidak cukup dengan jumlah penduduk Pegubin,  tetapi yang paling penting adalah kita harus bersyukur.  Walaupun kita masih dalam zona hijau tetapi kita masuk kategori daerah terdampak sehingga pemerintah pusat melalui kementrian sosial sudah membantu kita dengan 100 ton beras.

Mewakili Tim Covid-19 Pegunungan Bintang, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Sosial RI yang telah membantu memberikan kami beras sebesar 100 ton ini, bebernya .

Selain itu Gerald menyatakan bahwa Sesuai dengan tugas dan fungsi kami melangkapi dan menyediakan akan terus berupayah sekuat tenaga meski banyak kendala yang kami alami.

“Saya bersama dengan anggota saya akan terus berusaha dan berkeja untuk memsatikan bahwa semua orang yang tinggal di Pegunungan Bintang tidak mati karena terpapar Corona” jelas Adii.

 

Penulis: Melki P. Uropmabin

Editor: Fransiskus Kasipmabin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *