Dampak Penyebaran Covid-19 Terhadap Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar Dan Menengah

0
8

Oleh Okto Kapollulumki Apintamon)*

Saat ini, dunia dikejutkan dengan wabah penyakit yang diberinama Corona atau Covid-19 (Corona Virus Deseases-19). Virus yang disinyalir mulai mewabah sejak 31 Desember 2019 di kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok. Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menetapkan wabah ini sebagai virus pandemi global. Di sebagian belahan dunia, jutaan manusia terpapar dan ratusan ribu nyawa manusia direnggut oleh karena virus ini. Ada pun negara-negara yang tercatat memiliki kasus tertinggi terpapar Covid-19 saat ini ialah negara Italia, Tiongkok, Spanyol, Amerika Serikat dan Iran dengan tingkat kematian mencapai ratusan ribuan orang.

Penularan yang sangat cepat dan sulitnya mendeteksi orang yang terpapar, karena masa inkubasi Covid-19 kurang lebih dua minggu. Hal ini menjadi penyebab banyaknya korban yang berjatuhan. Penularan lewat kontak langsung antar manusia disela-sela kegiatan sosial, yang tidak bisa dipungkiri merupakan penyebab terbesar menyebarnya Covid-19. Vaksin yang belum ditemukan dan membludaknya jumlah pasien yang terpapar mengakibatkan angka kematian akibat Covid19 makin tinggi seiring berjalanya waktu. Para medis di rumah sakit yang menangani Covid-19, merasa  kewalahan sehingga banyak pasien tidak tertangani dengan baik. Minimnya alat pelindung diri bagi para medis dan dokter membuat mereka ikut terpapar Covid-19 dan berujung kematian.

Penanganan terhadap wabah ini membuat para pemimpin negara di berbagai belahan dunia menerapkan kebijakan yang super ketat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satu kebijakan yang diambil ialah Sosial distancing. Indonesia termasuk negara yang menerapkan kebijakan ini seblemu PSBB dan New Normal. Terlepas dari kebijakan yang konon disebut upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kebijakan ini juga membawah dampak negaitif bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti ekonomi dan pendidikan.

Tersendatnya laju ekonomi mengakibatkan tertutupnya keran pemenuhan kebutuhan primer. Karena negara akan sangat terbebani kalau harus menanggung segala kebutuhan pokok setiap penduduknya. Selain ekonomi, pendidikan juga mengalami dampak yang signifikan, proses belajar mengajar dihentikan.

Ketidaksiapan stakeholder sekolah atau madrasah di bidang pendidikan melaksanakan pembelajaran daring menjadi salah satu faktor kekacauan. Walaupun, pemerintah memberikan solusi alternatif dalam memberikan penilaian terhadap siswa sebagai syarat kenaikan atau kelulusan dari lembaga pendidikan pada masa pandemi.

Berangkat dari uraian di atas, penulis akan mencoba mengkaji dampak penyebaran Covid-19 terhadap pelaksanaan sekolah dasar dan menengah sebagia fokus pembahasan. Sangat memprihatinkan, bahwa ada kebijakan pemerintah mengenai sosial distancing membuat daya pembelajaran bagi sekolah dasar dan menengah agak rumit. Hal ini ditandai dengan pembelajaran di rumah, misalnya keterbatasan pra-sarana, jaringan internet, biaya, ketidaksiapan orang tua, guru, sekolah, dan pemerintah. Oleh karena itu, penting belajar secara formal (di kelas), karena para siswa-siswi lebih mengerti ketika para guru mengajar di dalam ruang daripada belajar di rumah tanpa alat pendukung.

Penulis mengamati bahwa, transformasi metode pembelajaran ini, memaksa berbagai pihak yang berafiiasi dalam dunia pendidikan untuk mengikuti metode pembelajaran ini sesuai situasi dan kondisi saat ini, walupun banyak yang tidak mampu dari segia peralatan dan pengetahuan dari sisi teknologi terlebih khusus guru-guru  zaman 1980-an kabawah. Penggunaan teknologi ini juga menghambat banyak faktor dalam peksananaan pembelajaran para siswa-siswi yang efektif. Sebenarnya mereka (guru-guru zaman 1980-an kebawah ) bukan tidak bisa kalau mau belajar, pasti mampu karena prinsipnya guru adalah manusia pembelajar yang harus siap menghadapi perubahan zaman sekaligus mengikuti perkembangannya.

Dewasa ini, tidak  semua siswa yang terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Di sekolah pun, mereka harus berebutan, apabila hendak menggunakan perangkat teknologi karena minimnya ketersediaan perangkat teknologi oleh sekolah bersangkutan bahkan ada sekolah yang sama sekali tidak menyediakanya.

Tulisan ini bertujuan untuk menyumbangkan pikirkan agar supaya proses pembelajaran bagi para siswa berjalan dengan lancar walaupun belajar dari rumah. Karena, para guru dan orang tua tetap mengontrol para siswa dalam proses pembelajaran mereka di rumah saja. Juga agar tetap di rumah, menjaga kesehatan sambil mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dari sekolah. Orang tua siswa diharapkan lebih aktif dalam mambantu memfasilitasi anak-anak dalam proses pembelajaran anaknya di rumah. Di lain sisi Covid-19, membantu kita untuk belajar bersama, terutama orang tua terhadap anaknya. Kesempatan untuk para orang tua memahami apa susahnya seorang guru mengajar siswa sekolah dasar maupun menengah dengan berbagai latarbelakang. Penulis berharap, kita semua tetap sabar dan mengahadapi wabah ini dengan doa serta tetap tekun mengikuti kebijakan pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah, sampai pandemi ini berlalu.

Menuurut penulis, ada beberapa catatan penting yang harus diperhatiakn bersama. Pertama, para guru dan orang tua siswa tetap mendorong para siswa dalam proses pembelajaran dari rumah, supaya berlangsung dengan baik.

Kedua, pentingnya membangun relasi yang baik antara orang tua siswa dengan para guru, supaya apabila dalam proses pembelajaran terjadi kesalahan bisa dapat bertanggung jawab secara bersama, lebih pada jaringan internet karena semua pada pembelajarannya ikuti lewat daring atau online.

Ketiga, pentingnya para siswa mendapat bekal dari orang tua, maka pada kesempatan emas ini, para orang tua berperan penting mendidik, menasehati, dan mengajarkan anak-anaknya supaya ke depan mereka lebih giat dan semangat untuk belajar dan menjawab apa yang orang tua harapkan. Keempat, para guru dan orang tua terus mendorong para siswa, untuk tetap semangat dalam proses pembelajaran daring dirumah. Juga bagi kita semua bersabar mengikuti anjuran dan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah juga dari pihak kesehatan dengan adanya perkembangan Covid-19. Kita tetap menjaga kesehatan, menjaga jarak, dan belajar di rumah saja!

 

Penulis: Okto Kapollulumki Apintamon,  mahasiswa STFT “Fajar Timur” dan anggota Aplim Apom Research Group (AARG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *