Sejenak Bersama Tuhan Di Gua Maria Suk Daknam
Jalan Masuk Menuju Gua Maria Suk Daknam, Dok Sostenes Uropmabin Untuk Tribunpapua.id
OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Bagi rekan pembaca yang sedikit mengetahui kepariwisataan, tentu mengenal wisata ziarah atau istilah keren ya pilgrimage. Kata wisata ziarah mengantar kita pada suatu pemahaman yaitu melakukan perjalanan wisata ketempat-tempat suci. Bagi kaum nasrani, Israel dan beberapa Negara Eropa menjadi pusat wisata ziarah tersebut. Demikian juga rekan wisatawan dari kaum muslim; Arab Saudi dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah selain Israel menjadi pusat peziarahan.
Pada umumnya ketika berbicara tentang wisata ziarah, maka asosiasi berpikir orang (wisatawan) tertuju ke Timur Tengah dan Eropa. Itu wajar dan lumrah mengingat dua benua ini merupakan tempat lahir dua agama besar, Kristen dan Islam. Tentu bagi anda yang berkantong cukup atau tebal, kedua tempat ini mudah dijangkau. Anda selain menapak tilas lahir,hidup, dan karya Yesus Kristus, perjalanan ke Timur Tengah dan Eropa merupakan kenangan yang indah. Sebut saja misalnya Gua Maria Lourdes di Perancis, Gua Maria Fatima di Portugal, Vatican City, Bethlehem, Yerusalem, Nazareth, Kanaan, Taman Getsemani, Sungai Yordan dan lainlain. Kota-kota ini merupakan kota suci yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Kota-kota suci itu memberikan jaminan indahnya kenangan yang tak terlupakan dalam kamus perjalanan anda.
Namun untuk menjangkau tempat suci ini, anda butuh dana yang tidak sedikit. Bagaimana dengan anda wisatawan berkemampuan pas-pasan namun dituntut memenuhi kebutuhan rohani dengan berkunjung ketempat suci seperti gua Maria misalnya? Anda tidak perlu merogoh kocek dalam dalam untuk menyambangi tempat tempat suci tersebut. Di Indonesia pun telah hadir tempat wisata rohani Kristen terutama Katolik. Yah, gua Maria tersebar dari barat hingga ujung timur nusantara, termasuk kota Oksibil.
Maria sebagai ibu dari Tuhan Yesus Kristus amat dihormati oleh umat Katolik di seluruh dunia. Untuk menghormati kesucian bunda Maria, maka dibuat Gua Maria. Kota Oksibil memiliki sebuah gua maria yaitu Gua Maria Suk Daknam. Bagi umat Katolik di Paroki Roh Kudus Oksibil, Gua Maria ini sudah dikenal. Banyak yang telah pergi berdoa di tempat tersebut.
Lokasi Gua Maria Suk Daknam terletak di kawasan Dubotum khususnya di Sibilbuk. Sibilbuk itu sendiri berada di bagian timur kota Oksibil, distrik Oksibil. Gua Maria yang alami ini ditemukan oleh Anthonny D.B Oktemka (alm).
Menurut penuturan ibu Yakoba Kakyarmabin (isteri dari Anthonny D.B Oktemka) belum lama ini kepada Tribunpapua.id mengatakan gua ini ditemukan oleh karena diilhami Tuhan lewat mimpi. Karena diberitahukan lewat mimpi maka butuh usaha keras untuk menemukan gua ini.
Bagaimana Menjangkau Gua Maria Suk Daknam

Bagaimana untuk menjangkau Gua Maria ini? Baik pergi sendiri, berdua atau berkelompok arahkanlah kendaraan anda menuju jalan Iwur dan berhenti tepat di gereja Baptis Oksibil. Berjalanlah kearah timur dan melewati rumah keluarga bapak Laurens Bamulki. Selanjutnya susuri jalan padat karya yang ada. Terus susur jalan itu hingga ujung jalan. Meski jalan padat, kita mesti mendaki bukit, menaiki tanjakan, menuruni lembah. Tantangan bermula di ujung jalan padat, sebab setelahnya anda melewati tanjakan yang cukup menantang adrenalin anda. Jika tidak hati-hati berjalan, badan bias kehilangan keseimbangan sehingga jatuh. Hal itu karena anda mesti menginjak kayu lapuk, bbecek, dan lumpur. Setelah melewati tanjakkan tersebut selanjutnya akan menyusuri jalan setapak penuh becek dan bebatuan. Oleh karena kondisi jalan yang sedikit berbahaya maka siapkanlah perlengkapan out door secukupnya. Susuri jalan setapak itu hingga tiba di lokasi Gua Maria.
Keunikan Gua Maria Suk Daknam
Apa keunikan dari Gua Maria Suk Daknam sehingga penulis menurunkan tulisan tentang obyek wisata ziarah ini? Di mana pun, gereja Katolik menguduskan gua Maria dan senantiasa berdevosi kepada Maria, Bunda Yesus Kristus. Umat Katolik percaya, sebagai IbuNya, Yesus Kristus akan mendengar doa dan permohonan umat kepadaNya yang didaraskan lewat perantaraan Bunda Maria. Berpegang teguh pada keyakinan tersebut, maka umat Katolik Oksibilpun melakukan devosi kepada bunda maria di Gua Maria Suk Daknam ini.
Selain sebagai tempat berdoa (wisata ziarah), keadaan alam dan keunikan gua itu sendiri menjadi daya tarik tersendiri. Bagaimana tidak menarik jika lingkungan di sekitar gua masih alami, sejuk, sepi dan menyenangkan? Sejauh mata memandang, tempat ini dihampari tanaman yang tertata apik dan rapih seolah ada yang mengaturnya. Sapuan udara yang sejuk, deru angin, gesekan ranting pohon, kicau burung serta lengkingan hewan alam membahana. Situasi alami yang ditawarkan gua maria ini menjadikan doa anda akan makin khusuk. Pembaca yang budiman, dalam gua maria terdapat air yang memiliki khasiat menyembuhkan bagi yang percaya.
Tiket Masuk
Mungkin pembaca yang budiman bertanya, pantaskah obyek wisata ziarah yang belum dikelola secara baik seperti itu perlu tiket, karcis atau pembayaran? Sejatinya, di belahan dunia mana saja wisatawan mesti membayar untuk menikmati keunikan yang ditawarkan suatu obyek wisata. Meski demikian, hingga kini hal itu belum diberlakukan pada Gua Maria Suk Daknam. Pembayaran yang ada adalah dalam bentuk uang persembahan, sehingga diserahkan ke gereja sebagai intense individu dari umat yang berkunjung ke gua.
Kesaksian
Mengingat pentingnya gua maria bagi umat Katolik di Oksibil, potensi PAD yang dihasilkan, keunikan wisata ziarah dan keunggulan lingkungan yang ditawarkan gua ini maka dipandang perlu penataan obyek wisata Gua Maria Suk Daknam. Mari kita simak pendapat beberapa umat yang pernah berziarah (berdoa) di gua ini.
Sr.Gratia KSFL menuturkan“ bagi saya Gua Maria Suk Daknam tak ada bedanya dengan gua Maria Lourdes di Perancis. Keaslian (bukan gua buatan) dan air dalam gua dengan khasiatnya yang dirasakan (sembuh dari sakit) setelah minum air dalam gua baginya merupakan bukti gamblang atas pernyataannya di atas.
Ibu Anna Batlayeri punya pengalaman tersendiri. Ibu Anna Batlayeri yang berada di Oksibil sejak tahun 1991 ini menceritakan pengalaman rohaninya. Dikisahkan olehnya bahwa ketika ia bersama beberapa umat berdoa di gua Suk Daknam ia memperoleh penglihatan dimana ia melihat bunda Maria dan Santo Yoseph menyertai mereka selama doa dan menyertaimereka saat pulang ke rumah masing-masing.
Harapan
Mereka semua mengharapkan satu hal yakni pemerintah dalam hal ini dinas tekhnis dapat melakukan suatu gebrakan positif dalam mewujudnyatakan harapan dan kerinduan mereka secara khusus serta umat Katolik Oksibil pada umumnya yakni menata dan merancang obyek wisata dimaksud menjadi RumahTuhan yang layak untuk memuji kebesaran dan keagungan Tuhan.
Penulis: Sostenes Uropmabin
