Menjaring Aspirasi Masyarakat, MRP Adakan Reses Di Sentani Jayapura
Pemateri Memberikan Materi Saat Seminar Sehari di Hawai, Sentani Jayapura (Dok. Frans)
SENTANI, TRIBUN PAPUA.ID—Anggota Majelis Rakyat Papua, Engelbertus Kasipmabin, utusan kabupaten Pegunungan Bintang, kabupaten Yalimo, dan kabupaten Yahukimo wilayah adat Lapago mengadakan kegiatan reses dalam bentuk seminar panel yang diadakan di Gedung Puspenka, jumat 13 November 2019.
Seminar sehari itu bertemakan “Penyelamatan Manusia dan Tanah Pegunungan Bintang” yang menghadirkan narasumber dari Akademisi, Tokoh Greja, maupun Politisi dengan materi yang berbeda.
Engel Kasipmabin, Anggota Majelis Rakyat Papua dalam sambutan pembukaannya mengatakan seminar sehari ini bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat dari berbagai aspek agar memproyeksi, keberpihakan dan pemberdayaan OAP asal Pegubin terutama menyelamatkan Manusia dan Tanah dari bahaya pemusnaan manusia dan jual beli tanah yang dilakukan oleh oknum oknum tertentu.
“Seminar ini mencari solusi menyelamatkan manusia dan juga tanah sebagai ibu bagi OAP yang ada di Pegunungan Bintang”kata Engel Kasipmabin.
Kehadiran kabupaten di Pegunungan Bintang bertujuan mengakat harkat dan martabat manusia yang ada di Pegunungan Bintang. Kehadiran kabupaten untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat.
Untuk itu, ia berharap pegunungan Bintang butuh pemimpin progresif dan missioner yang bisa membangun Pegunungan Bintang. “Kita butuh Pemimpin yang bisa selamatkan manusia dan Tanah Air Pegunungan Bintang. Bukan sebaliknya menghancurkan sumber daya manusia maupun alam yang dimiliki oleh Pegubin”ucap, Engel Kasipmabin.
Seminar itu juga membahas terkait pro kontra Pegunungan Bintang masuk Provinsi Papua Selatan, jika daerah itu dimekarkan menjadi sebuah provinsi.
Dalam sambutannya, Anggota MRP tersebut mengatakan Pemekaran boleh boleh saja terjadi, tetapi yang jelas bahwa pertemuan Anggota MRP dengan Wakil Presiden RI pekan kemarin di Jakarta bahwa tidak ada pemekaran di Provinsi Papua itu sampai dengan moratorium pemerkaran akan berakhir pada tahun 2025.
Menurutnya, Wakil Presiden mengatakan tidak ada pemerkaran bagi provinsi Papua. Wacana Pemekaran Papua Selatan merupakan usulan Inteljen, ucapnya.
Untuk itu, ia mengatakan Pegunungan Bintang tetap pada posisi menjadi bagian dari Provinsi Papua, tidak masuk PPS atau pemekaran Provinsi Tabi, ucapnya.
Sabinus Nindana, Ketua Panitia Seminar mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaring Aspirasi Masyarakat Pegunungan Bintang dari berbagai segi dalam rangkah memproteksi memberdayakan OAP terutama menyelamatkan Manusa dan tanah di Pegunungan Bintang.
“Menjaring aspirasi melalui kegiatan seminar ini, demi memproteksi, berpihak dan memberdayakan untuk menyelamatkan manusia dan tanah Pegunungan Bintang”kata Sabinus Ningdana.
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Pegunungan Bintang yang berada di Sentani, Waena, Koya, Kota Jayapura, maupun Arso. Pemateri yang menyampaikan materi di seminar tersebut antara lain Melkior Sitokdana dari akademisi UKSW Slatiga, Andy Urpon dari Tokoh Greja Katolik, Yos Hilka dari Tokoh Greja Gidi, Yulianus Ibinweng Uropdana dari Tim Pro Perubahan.
Pantauan media ini di lokasi kegiatan yang beralamat di Gedung Puspenka, Hawai Sentani tersebut dihadiri ratusan masyarakat, Mahasiswa dan Tokoh Intelektual. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 10.15 sampai selesai.
Penulis: Fransiskus Kasipmabin
