Kadis Digbudpora : Tenaga Guru Di Pegubin Perlu Di Tambah
Kepala Dinas Digbudpora (Dok: Melki/TP)
OKSIBIL, TRIBUN PAPUA.ID–Pendidikan merupakan salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang di namis sarat perkembangan karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pada semua tingkatan dan pada setIap penjunjang pendidikan terus menerus di lakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.
Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat di pengaruhi oleh beberapa factor yaitu siswa, kurikulum, tenaga pendidikan,dana, sarana dan prasaran serta factor lingkungan lainnya.
Beberapa hal tersebut apabila bermutu dan proses belajar bermutu gilirannya akan mengahasilkan lulusan yang bermutu. Dengan demikian tenaga pendidikan di wilayah Pegunungan Bintang terdiri dari empat ranah pendidikan.
Empat ranah pendidikan yang dimaksud, 24 orang pengawas sekolah yang tersebar di 34 distrik, 120 kepala sekolah baik PAUD,TK, SD,SMP yang ada di wilayah ini. Dengan rincian 7 orang kepala sekolah TK, 92 orang kepala SD, 21 Orang kepala SMP dan 92 tata usaha.
Sedangkan tenaga guru yang ada dan tersebar di TK,SD, dan SMP di Wilayah Pegunungan Bintang sebanyak 233. Secara keseluruhan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kebudayaan Dan Pemuda Olahraga sebanyak 433 orang.
Jumlah guru ini sangat kurang dengan demikian melalui kegiatan rakornis yang akan berlangsung 5 hari ini dapat menghasilkan sejumlah solusi untuk melengkapi kekurang guru yang ada di daerah ini.
Hal tersebut di katakan kepala Dinas Pendidikan, Kubayaan, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Pegunungan Bintang, La,Igaza, S.pd. M.si dalam sambutannya dalam pembukaan Rakornis kepala sekolah, pengelolah PAUD TK dan pengawas sekolah di Aula Serbaguna Soskat Mabilabol oksibil, senin,16 September 2019 kemarin lalu.
Menurut Kepala Dinas, Salah satu Agenda dalam Rakornis ini, bagaimana mendorong Guru yang ada untuk untuk benar benar meningkatkan mutu pendidikan di Pegunungan Bintang. Sebab, Wilayah Pegunungan Bintang guru guru sangat minim. Banyak gedung gedung yang dibangun, tetapi fasilitas penunjang dan tenaga guru kurang, tegasnya.
La, Igasa mengatakan “Mutu pendidikan dan tenaga kependidikan menjadi prioritas dalam pembangunan pendidikan Pegunungan Bintang, agar kedepan pembangunan sumber daya manusia di wilayah ini kami menciptakan tenaga yang siap di pakai di mana saja mereka berada” jelasnya.
Menurut kadis, Kegiatan Rakornis ini membahas bukan hanya itu saja, dalam kegiaran rakornis ini kami juga akan menelaa secara bersama pengelolahan keuangan khususnya dana BOS Pusat serta pendataan dan penglolahan asset di setiap sekolah.
Kegiatan ini juga, kami duduk dan diskusiakan bersama berkomitmen dan menjamin untuk kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat secara otomatis bagi pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan tata usaha yang berada di tempat tugas seusai pendidikan.
Kepala dinas yang baru dilantik beberapa bulan lalu itu menjelaskan, kita akan membentuk koperasi pegawai Handayani untuk membantu pengawas sekolah, kepala sekolah, guru dan tata usaha dalam pelaksaan pendidikan.
Selain itu, Ia mengatakan Koperasi ini bertujuan untuk usaha simpan pinjam dan usaha agar tenaga pendidik dan kependidikan tidak di bebani dengan bunga bank yang besar dan harga barang yang tinggi dan semua itu kami akan lakukan untuk kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Tuturnya.
Eks guru SMA Negeri Okbibab itu juga menuturkan beberapa factor yang menjadi kendala selama ini, salah satunya Letak geografis yang hanya dapat dijangkau melalui pesawat udara menyebabkan para kepala sekolah harus carter pesawat yang berkisar 12.000.000 sampai dengan 27.000.000 lebih.
Lebih lanjut ia menuturkan, dampak dari letak geografis tersebut, para kepala sekolah dan guru harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk carter pesawat menuju tempat tugas yang pada akhirnya mereka berbulan –bulan harus meninggalkan tempat tugasnya dan tingal di Jayapura ataupun di ibu kota kabupaten di Oksibil.
Menyikapi persoalan tersebut, kepala dinas berharap pemerintah Daerah Pegunungan Bintang dalam hal ini Bapak Bupati dapat memberikan subsidi kepada perusahaan jasa AMA, JAYASI, atau maskapai penerbangan DIMONIM AIR untuk membuka pelayanan penerbangan regular untuk 20 distrik, karena pelayanan regular hanya ada di beberapa distrik saja selama ini, ucapnya.
Reporter : Melki P. Uropmabin
Penulis : Melki P. Uropmabin
Editor : Fransiskus Kasipmabin
