Viral: Masyarakat Panik, Kali Oksibil Masuk Dalam Tanah

0
Oksibil

Kali Oksibl Masuk Dalam tanah (Dok: TP)

OKSIBIL, TRIBUN PAPUA.ID— Warga Masyarakat Pegunungan Bintang yang bermukim di Distrik Oksibil, Kalomdol dan Serambakon panik dan mengungsi ke bukit, lantaran kali Oksibil yang membela tiga distrik itu tiba tiba masuk dalam tanah. Kejadian itu terjadi pada hari Rabu, 11 September 2019 lalu.

Lokasi kejadian tersebut di depan kediaman Bupati Pegunungan Bintang yang terbakar. Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Menurut keterangan saksi mata  di tempat kejadian,  Elvis Sasaka,  Dirinya dari rumah hendak menuju kantor menggunakan sepeda motor Jenis Honda Bit. Sesampai di dekat tempat kejadian tiba tiba kilat menyambar, air masuk ke dalam tanah.

Elvis mengatakan “saya sampai di tempat kejadian, tiba tiba terjadi kilat menyambar, saya kaget dan berpalingkan muka ke arah kali  saya langsung  melihat lobang besar di tengah kali dan kali oksibil yang mengalir ke bawah juga di tarik mundur lalu airnya masuk ke lobang itu”ucap Sasaka.

Sementara itu,  Yakobus Singpanki salah satu tokoh selakigus tua adat di Ap Iwol Betaabip ketika di konfirmasi terkait kejadian itu dirinya mengatakan peristiwa itu pertama kali terjadi di Oksibil ini.

Ia mengatakan “saya dilahirkan di atas tanah ini hingga saat ini saya sudah berusia 73 tahun,  kejadian tersebut baru pertama kali terjadi. Kali Oksibil adalah kali hidup dan berbahaya bagi kita semua”ucapnya.

Singpanki menjelaskan peristiwa ini memberikan tanda bahwa warga yang hidup sepanjang kali Oksibil harus berhati hati dalam melaksanakan aktifitasnya.

Sementara itu,  untuk mengantisipasi terjadinya banjir Bandang di kota Oksibil  dan distrik Kalomdol, Pemerintah Pegunungan Bintang melalui Dinas Pekerjaan Umum membuka lokasi baru untuk mengalirkan air, supaya air tidak masuk ke dalam tanah.

Melalui pantauan media ini, dua eksapator dikerahkan untuk membuka jalan sebagai jalur alternative untuk kali Oksibil mengalir, pada hari Kamis 12 September 2019.

Meskipun Pemerintah sudah berupaya mengarahkan air ke jalur alternative yang dibuka oleh eksapator, pada hari berikutnya, Jumat 13 September telah membuka lobang baru. Lobang itu tidak jauh dari lobang pertama. Pantauan media ini di tempat kejadian, Warga Oksibil dan sekitarnya berbondong bondong ke tempat  Kejadian untuk memotret.

Kejadian kedua ini, terjadi juga di pagi hari. Tanah ambruk dan masuk ke dalam tanah. Kejadian tersebut membuat masyarakat yang berada di ibu kota Pegubin semakin panik dan mulai mengungsi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan terjadi di ibu kota Pegubin tersebut.

Perluh diketahui bahwa Kali Oksibil membelah di tengah kota, antara Distrik Oksibil,  distrik Kalomdol dan distrik Serambakon Pegunungan Bintang. Kali ini membela lembah Sibil Banal Bakon.

Sibil Banal Banal Bakon merupakan sebuah lembah dimana Pencipta Atangki (Tuhan Allah) setelah menciptakan segala isi bumi dan ditempatkan di lembah ini, kemudia Ia membagikan se seluruh bumi berdasarkan klen, atau marga masing masing.

 

Reporter              : Melki P Uropmabin

Penulis                : Melki P Uropmabin, Fransiskus Kasipmabin

Editor                   : Fransiskus Kasipmabin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *